Potensi Pengembangan Bakat Anak Usia Prasekolah

Potensi Pengembangan Bakat Anak Usia Prasekolah


Anak usia prasekolah adalah pribadi yang mempunyai berbagai macam potensi, potensi itu dirancang dan dikembangkan agar potensi pribadi anak tersebut berkembang secara optimal. Dari segi usia, anak TK memang sama namun setiap anak mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. 

Misalnya ada anak yang secara potensi memiliki bakat berbahasa tetapi kurang dalam teknik. Anak lain mungkin berbakat dalam teknik tetapi kurang dalan bahasa, demikian juga dalam segi yang lain anak mempunyai kemampuan biasanya telah mampu mengembangkan.

Anak prasekolah biasanya telah mampu mengembangkan keterampilan bicara melelui keterampilan percakapan yang dapat memikat orang lain. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara antara lain dengan bertanya, melakukan dialog dan menyanyi. 

Sejak anak usia 2 tahun anak memiliki minat yang kuat untuk menyebut berbagai nama benda, minat tersebut akan terus berkembang dan meningkat dan sekaligus akan menambah perbendaharaan kata yang telah dimiliki anak. 

Hal-hal di sekitar anak akan mempunyai arti apabila anak mengenal nama diri pengalaman dan situasi yang dihadapi anak, akan mempunyai arti pula apabila anak mampu menggunakan kata-kata untuk menjelaskannya. Dengan menggunakan kata-kata untuk menyebut benda atau anak dapat menjelaskan suatu peristiwa itu akan membantu anak untuk membentuk gagasan yang dapat dikomunikasikan kepada orang lain. Melalui bahasa anak akan mudah memahami apa yang dimaksudkan kepada orang. Anak juga dapat menggunakan bahasa dengan ungkapan lain seperti bermain peran, isyarat dan melalui bentuk seni.

Selama anak dalam pendidikan prasekolah dan sekolah anak memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan berbagai kegiatan. Baik orang tua maupun guru perlu memberikan kesempatan berbagai kesempatan kegiatan yang aman bagi anak. Tetapi jangan mengharapkan suatu kegiatan diluar kemampuan anak. 

Dalam merancang pendidikan untuk anak kita perlu berfikir sebaiknya agar tidak terlalu banyak menuntut keterampilan diluar kemampuan anak. Anak usia prasekolah biasanya belum begitu trampil berbahasa. Oleh karena itu perlu banyak latihan berbahasa dengan baik.

Pada tahapan praoperasional kemampuan berbahasa sangat cepat berkembang. Anak juga mempu melakukan pengelompokan (berdasarkan ukuran, bentuk warna). Semakin anak tumbuh dan berkembang dan kualitas, keluasan dan kerumitannya. Mempelajari anak dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa anak. Sejak usia bayi dan dalam kehidupan selanjutnya anak secara bertahap dalam pemerolehan bahasanya berubah dari melakukan ekspresi suara saja lalu berekspresi dengan berkomunikasi. Dengan komunikasi melalui ujaran yang tepat dan jelas.

Kemampuan berbahasa mencakup 4 aspek yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keempat aspek tersebut sebaiknya dilakukan secara terpadu misalnya mendengarkan .... menulis .... berdiskusi. Tujuan pengajar bahasa secara umum diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Kemampuan berkomunikasi harus didukung kemampuan anak dalam menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Perkembangan yang berfokus pada kebahasaan, penggunaan, pemahaman dan apresiasi anak.

Sebagaimana halnya dalam bidang perkembangan pada tahun-tahun awal kehidupan anak, itu sangat penting bagi perkembangan bicara anak. Landasan untuk perkembangan bicara diletakan dalam masa tersebut, meskipun dalam kadar tertentu. 

Kesenjangan tersebut dapat diperbaiki, atau diimbangi kemudian dan meskipun pola kesenjangan tersebut dapat diperbaiki. Landasan awal itu mungkin meninggalkan bekas yang tetap pada pola bicara anak misalnya, pada anak waktu bertambah besar anak mungkin memperbaiki kesalahan tata bahasanya, tetapi apabila mereka bicara dalam suasana gembira, kesalahan tata bahasanya tersebut muncul kembali karena kesalahan itu sudah menjadi kebiasaan berbicara.

Bicara merupakan keterampilan mental motorik. Bicara tidak hanya melibatkan koordinasi, kemampuan otot, mekanisme suara yang berbeda, teapi juga mempunyai aspek mental yakni kemampuan mengaitkan arti dengan bunyi yang dihasilkan. 

Meskipun demikian, tidak semua bunyi yang disebut anak cukup dapat mengendalikan mekanisme otot syaraf, untuk menimbulkan bunyi yang jelas, berbeda, dan terkendali. Ungkapan suara hanya merupakan bunyi artikulasi, lebih lanjut, sebelum mereka mampu mengaitkan arti dengan bunyi yang dihasilkan. 

Meskipun demukian tidak semua bunyi yang dibuat anak dapat dipandang sebagai bicara, sebelum anak cukup dapat mengendalikan mekanisme otot syaraf untuk menimbulkan bunyi yang jelas, berbeda, dan terkendali ungkapan suara hanya merupakan bunyi artikulasi. Lebih lanjut, sebelum mereka mampu mengartikan arti dengan bunyi yang dikendalikan itu, tidak jadi soal betapapun betulnya ucapan yang mereka keluarkan, pembicaraan mereka hanya “membeo” karena kekurangan unsur mental dari makna yang dimaksud.

0 Response to "Potensi Pengembangan Bakat Anak Usia Prasekolah"