Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)




Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)


BAB  I
PENDAHULUAN

A.   Rasionalisasi

Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan megenai tujuan, isi, dan bahan pembelajaran cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan potensi daerah dan peserta didik. Atas dasar pemikiran itu maka dikembangkanlah (KTSP) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakam di masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan Peraturan Pemeritah RI Nomor 22 Tahun 2006 bahwa kurikulurn Satuan Pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh Sekolah dan Komite Sekolah berpedoman pada standar Kompetensi lulusan dan standar isi serta Panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pengembangan kurikulum ini didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : (1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik serta lingkungannya (2) beragam dan terpadu (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni (4) relevan dengan kebutuhan hidup (5) menyeluruh dan berkesinambungan (6) belajar sepanjang hayat (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 dan 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Selain itu, penyusunan KTSP mengakomodasi penerapan Managemen Berbasis Sekolah (MBS) sejak diberlakukan otonomi daerah sehingga dalam penyusunan KTSP memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Dengan tersusunnya KTSP diharapkan terlaksana pembelajaran yang baik. Pembelajaran baik di kelas manpun di luar kelas, hendaknya berlansung secara optimal yang mampu membangkitkan Pembelajaran Aktif Kreatif Inovatif dan Menyenangkan bagi peserta didik. Atas dasar kenyataan tersebut maka pembelajaran di sekolah para guru dapat menerapkan bahwa guru tidak hanya sebagai penyampai informasi atau fasilitator tetapi sebaiknya hendaknya bersifat mendidik mencerdaskan, membangkitkan aktifitas dan kreatifits peserta didik, efektif, demokratis, menantang menyenangkan dan mengasyikkan. Dengan spirit itulah kurikulum ini akan menjadi pedoman yang dinamis bagi penyelenggara pendidikan dan pembelajaran utamanya di Sekolah Dasar kami.

 

B.   Visi, Misi dan Tujuan

1.    Visi
UNGGUL DALAM PRESTASI BERDASARKAN IMTAQ, SANTUN DALAM PERILAKU BERAKAR PADA BUDAYA BANGSA

2.    Misi
             l.     MENYELENGGARAKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF, AGAR 
                    DAYA SERAP SISWA OPTIMAL
            2.    MENUMBUH SEMANGAT KEUNGGULAN KEPADA SELURUH WARGA SEKOLAH 
                   TERUTAMA SISWA
            3.    MENDORONG DAN MEMBANTU SISWA UNTUK MENGENALI POTENSI

3.    Motto
              KEDISIPLINAN MERUPAKAN KUNCI KEBERHASILAN

4.    Tujuan Sekolah
              ~     MENCETAK ANAK YANG CERDAS DAN TERAMPIL
              ~     MENCETAK PESERTA DIDIK YANG BERMORAL IMTAQ
              ~    MENCETAK PESERTA DIDIK YANG SANTUN DALAM BERBICARA DAN SOPAN 
                     DALAM BERTINDAK
              ~     MENCETAK PESERTA DIDIK YANG HANDAL
              ~     MENGANTAR PESERTA DIDIK UNTUK MELANJUTKAN SEKOLAH

C.   Pengertian

1.  Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran          serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
2.   Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh sekolah dan melihatkan Komite Sekolah  yang dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan yang terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satyan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kaldik dan silabus.
3.   Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, indikator pencapaian, kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar.
4.    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah perencanaan proses pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.




BAB II
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A.   Struktur Kurikulum

1.   Stuktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidkan dasar yang tertuang dalam SI meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut :
              a.    Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
              b.    Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
              c.    Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
              d.    Kelompok mata pelajaran estetika.
              e.    Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
2.    Cakupan kelompok mata pelajaran adalah seperti dalam tabel dibawah ini :

No

Kelompok Mata Pelajaran

Cakupan

1
Agama dan akhlak mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak

mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, sebagai perwujudan dari pendidikan agama.

2
Kewarganegaraan dan Kepribadian
Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta meningkatan kwalitas dirinya sebagai munusia yang memiliki semagat patriotisme, demokrasi dan tidak mengesampingkan hak-hak asisi dan gender.

3.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI dimaksudkan
untuk mengenal, menyikapi dan mengekspresiakanilmu pengetahuan dan teknologi serta menanamkan kebiasaar berpikir dan berprilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.

4.

Estetika

Estetika dimaksudkan untuk meningkatkan, mengekspresikan dan  kemampuan mengekspresiakan

5.
Jasmani, olahraga dan kesehatan
Kelompok mala pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SD/MI dimaksudkan untuk meningkatkun potensi fisik serta meningkatkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

3.    Kurikulum SD/MI memuat 8 pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan kedalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.
4.   Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD/MI merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”.
5.    Pembelajaran pada kelas I s.d III dilaksanakan melalui pendekatan tematik,  sedangkan pada kelas IV s.d VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
6.   Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan rnenambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
7.    Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit
8.    Minggu efektif dalam satu tahun pelarjaran (dua semester) adalah 34 – 38 minggu.
9.    Tabel struktur kurikulum adalah sebagai berikut

       Tabel 2. Struktur Kurikulum SD / MI


No

Komponen

Kelas dan Alokasi Waktu

A

Mata Pelajaran

I

II

III

IV

V

VI

1

Pendidikan Agama

3

3

3

3

3

3

2

Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

2

2

2

3

Bahasa Indonesia

6

6

6

5

5

5

4

Matematika

5

5

5

5

5

5

5

Ilmu Pengetahuan Alam

3

3

3

4

4

4

6

Ilmu Pengetahuan Sosial

2

2

2

3

3

3

7

Seni Budaya dan Ketrampilan

3

3

3

4

4

4

8

Pendidikan jasmani, Olahraga dan Kesehatan

2

2

3

4

4

4

B

Muatan Lokal

 

 

 

 

 

 

1

Bahasa Jawa

2

2

2

2

2

2

2

Bahasa Inggris

 

 

2

2

2

2

3

Tata Boga / Seni Ukir

 

 

2

2

2

2

C

P­engembangan Diri

2

2

2

2

2

2

 

Jumlah

30

30

35

38

38

38

       *) Ekuivalen 2 jam pelajaran

B.   Penjabaran Muatan Kurikulum

       1.    Kelompok mata pelajaran meliputi:

              a.    Pendidikan Agama

                     Pendidikan Agama di SD / MI bertujuan untuk :
-   Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan  dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam, Kriten Katolik, Hindu dan Budha mengingat kondisi sosial budaya masyarakat di lingkunpn sekitar sekolah.
-    Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.

 

              b.    Pendidikan Kewarganegaraan

Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :
-   Berpikir secara rasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan serta menanamkan rasa persatuan dan kesatuan.
-    Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta anti korupsi.
-     Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa
-     Berinteraksi dengan bangsa-bangsa dalam percaturan dunia secara langsung ataupun tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

              c.    Bahasa Indonesia

Mempelajari bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :
-    Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tertulis.
-    Menghargai dan bangga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
-   Memahami Bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan sebagai sarana pemahaman terhadap IPTEK.
-   Menggunakan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta kematangan emosional dan sosial
-    Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
-    Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

             

              d.    Matematika

Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik mempunyai kemampuan sebagai berikut:
-   Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah.
-    Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukun manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika
-     Memecahkan masalah yang melipuli kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
-     Mengkomunikasikan dengan simbol, table, diagrarn atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
-    Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

              e.    Ilmu Pengetahuan Alam

Meliputi : Fisika dan Biologi
Mata pelajaran IPA di SD bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :
-   Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
-     Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-­konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
-     Mengembangkan ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, tehnologi dan masyarakat.
-    Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar memecahkan masalah dan membuat keputusan.
-  Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
-      Memperoleh bekal pengetahuan konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk Sains dalam rangka penguasaan IPTEK.

f.     Ilmu Pengetahuan Sosial

Mempelajari IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :
-  Mengenal konsep-konsep yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
-   Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah dan keterarnpilan dalam kehidupan sosial.
-     Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai dan kemanusiaan.
-    Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat  lokal, nasional dan global.

g.    Seni Budaya dan Keterampilan

Meliputi : Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari dan Seni Teater
-    Bertujuan mengembangkan apresiasi seni daya kreasi dan kecintaan pada seni budaya lokal / daerah sebagai unsur khasanah budaya nasiona1. 
-      Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan.
-      Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budayadan keterampilan
-      Menampilkan sikap kreatifitas melalui seni budaya dan ketrampilan
-    Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat lokal, regional, maupun global.

h.    Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik sebagai berikut :
-  Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang dipilin
-      Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik
-      Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
-   Meletakkan landasan karakter moral yang kuat rnelalui internasional nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
-      Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
-    Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
-   Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebuguran, terampil serta memiliki sikap positif.

2.    Muatan Lokal
              Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada.
Muatan lokal terdiri dari 1) Bahasa Jawa, 2) Seni Ukir, 3) Bahasa Inggris,           4) Pertanian 5) Merangkai Janur 6) Membatik 7) Upacara Adat Perkawinan Solo, 8) Komputer, 9) Elektronik, 10) Menjahit

a.    Bahasa Jawa
Pelajaran bahasa Jawa bertujuan untuk mengembangkan kompetensi Jawa untuk melestarikan bahasa Jawa sebagai khasanah budaya

b.    Tata Boga
Tujuan :
-      Mengenal alat-alat mernasak.
-      Menggunakan alat-alat tradisional dan modern.
-      Memupuk peserta didik berkreatif
-      Mengembangkan bakat peserta didik
-      Memahami dan mengetahui seni ukir merupakan keterampilan pembelajaran dari tingkat dasar, menengah dan di perguruan tinggi dapat menciptakan tenaga terampil merupakan sebuah karir.

c.    Bahasa Inggris
-      Mengenalkan bahasa Inggris sebagai bahsa internasional.
-      Membekali  peserta didik untuk menghadapi tuntutan dalam rangka menyongsong era globalisasi.

3.    Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekpresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.

a.    Pembiasaan
~     Kedisipilinan dan Tanggung Jawab
~     Kebersihan dan Kerapian
~     Kerjasama
~     Kesopanan
~     Kemandirian
~     Kerajinan
~     Kejujuran
~     Kepemimpinan
~     Ketaatan

a)    Konseling
Melayani :
-      Masalah kesulitan belajar siswa atau bimbingan belajar khususnya kelas VI dalam menghadapi ujian akhir sekolah
-      Pengembangan karir siswa
-      Pemilihan jenjang pendidikan yang lebih tinggi
-      Masalah dalam kehidupan sosial siswa

b)    Kepramukaan
-      PBB
-      Pengetahuan Kepramukaan
-      Kerjasama
-      Kepemimpinan
-      Sebagai wahana untuk berlatih berorganisasi

c)    Olahraga dan Kesehatan
-      Permaian catur, voli, sepak takraw, tenis meja, bulu tangkis, renang, sepak bola, basket.
-      UKS dan Dokter Kecil
d)    Olah Seni
-      Seni baca Al-qur’an
-      Seni suara nasional
-      Seni menulis

Mekanisme Pelaksanaan
             (a)   Kegiatan pengembangan diri diberikan di luar jam pembelajaran (Eksrtakurikuler) dibina oleh 
                       guru-guru yang memiliki kualifikasi yang baik berdasarkan Surat Keputusan Kepala Sekolah
(b)   Jadwal kegiatan menyesuaikan kondisi sekolah
(c)   Alokasi Waktu
-      Untuk kelas IV, kelas V dan kelas VI, tersedia 2 jam pelajaran (ekuivalen 2 x 35 menit ) pada hari Sabtu.
-      Untuk kelas I, II dan kelas III, dilaksanakan di luar jam pembelajaran / tatap muka


4.    Pengaturan Beban Mengajar / Belajar
Beban belajar menggunakan sistem paket dengan beban belajar maksimal  38 jam pelajaran per minggu. Satu jam pelajaran, 35 menit dengan rincian sebagai berikut :

Kelas

Satu Jam Pembelajaran Tatap Muka / Menit

Jumlah Jam Pembelajaran Per Minggu

Minggu Efektif per Tahun Ajaran

Waktu Pembelajaran / Jam per Tahun

1

35

30

38

1143

2

35

30

38

1143

3

35

35

38

1216

4

35

38

38

1368

5

35

38

38

1368

6

35

38

34

1224


5.    Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar setiap mata pelajaran ditentukan oleh kelompok guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan materi esensial, kompleksitas indek siswa, dan daya dukung dalam penyelenggaran pembelajaran, contoh penghitungan ketuntasan belajar terlampir
Standar ketuntasan belajar minimal ditetapkan berdasarkan kreteria sebagai berikut :
1)    Esensial (Kepentingan)
2)    Kompleksitas (Kerumitan)
3)    Sarana Pendukung
4)    Kempuan siswa / Guru


Tabel 1. REKAP KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL (SKBM)

Komponen

Aspek

SKBM / per Kelas

Penilaian

I

II

III

IV

V

VI

A. Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

1.  Pendidikan Agama

Teori

55

55

55

55

55

55

 

Praktik

55

55

55

55

55

55

 

Rata-Rata

55

55

55

55

55

55

2.  PKn

Peng. Konsep

55

55

55

55

55

55

 

Penerapan

55

55

55

55

55

55

 

Rata-rata

55

55

55

55

55

55

3.  Bahasa Indonesia

Mendengarkan

55

55

55

55

55

55

 

Berbicara

55

55

55

55

55

55

 

Membaca

55

55

55

55

55

55

 

Menulis

55

55

55

55

55

55

 

Rata-rata

55

55

55

55

55

55

4.  Matematika

Berhitung / Bil

50

50

50

50

50

50

 

Geometri & Peng

50

50

50

50

50

50

 

Pengelolaan Data

50

50

50

50

50

50

 

Rata-Rata

50

50

50

50

50

50

5.  Ilmu Pengetahuan

Peng. Konsep

55

55

55

55

55

55

     Alam

Ket. Peng. Alam

55

55

55

55

55

55

 

Sikap Ilmiah

55

55

55

55

55

55

 

Rata-rata

55

55

55

55

55

55

6.  Ilmu Pengetahuan

Peng. Konsep

55

55

55

55

55

55

     Sosial

Penerapan

55

55

55

55

55

55

 

Sikap Sosial

55

55

55

55

55

55

 

Rata-rata

55

55

55

55

55

55

7.  Kerajinan Tangan

Seni Rupa

60

60

60

60

60

60

     dan Kesenian

Seni Musik

60

60

60

60

60

60

 

Seni Tari

60

60

60

60

60

60

 

Kerajinan

60

60

60

60

60

60

 

Rata-Rata

60

60

60

60

60

60

8.  Pend. Jasmani

Permainan dan Or

60

60

60

60

60

60

 

Pengembangan Diri

60

60

60

60

60

60

 

Senam

60

60

60

60

60

60

 

Pilihan

60

60

60

60

60

60

 

Rata-Rata

60

60

60

60

60

60

B.  Muatan Lokal

 

 

 

 

 

 

 

a.  Bahasa Jawa

Teori

60

60

60

60

60

60

 

Praktik

60

60

60

60

60

60

 

Rata-Rata

60

60

60

60

60

60

b.  Tata Boga /

Teori

60

60

60

60

60

60

     Seni Ukir

Praktik

60

60

60

60

60

60

 

Rata-Rata

60

60

60

60

60

60

c.  Bahasa Inggris

Teori

60

60

60

60

60

60

 

Praktik

60

60

60

60

60

60

 

Rata-Rata

60

60

60

60

60

60

P­engembangan Diri

Nilai yang diperoleh minimal  B Baik

­
 
 
Tabel 1. REKAP KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL (SKBM)

Komponen

Aspek

SKBM / per Kelas

Penilaian

I

II

III

IV

V

VI

A. Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

1.  Pendidikan Agama

Teori

72

71

72

73

76

76

 

Praktik

70

71

72

75

78

78

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

77

2.  PKn

Peng. Konsep

70

70

70

75

75

70

 

Penerapan

70

70

70

67

70

70

 

Rata-rata

 

 

 

 

 

70

3.  Bahasa Indonesia

Mendengarkan

70

75

75

76

77

70

 

Berbicara

70

70

75

73

75

70

 

Membaca

70

71

70

77

70

75

 

Menulis

70

72

77

74

75

70

 

Rata-rata

 

 

 

 

 

74

4.  Matematika

Berhitung / Bil

70

70

70

72

73

70

 

Geometri & Peng

75

75

71

72

73

74

 

Pengelolaan Data

 

 

 

 

 

70

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

70

5.  Ilmu Pengetahuan

Peng. Konsep

70

70

75

75

75

78

     Alam

Ket. Peng. Alam

75

75

75

73

75

75

 

Sikap Ilmiah

75

75

75

74

75

75

 

Rata-rata

 

 

 

 

 

75

6.  Ilmu Pengetahuan

Peng. Konsep

75

77

75

74

74

75

     Sosial

Penerapan

75

76

75

73

73

70

 

Sikap Sosial

75

75

75

75

75

70

 

Rata-rata

 

 

 

 

 

70

7.  Kerajinan Tangan

Seni Rupa75

75

75

75

75

75

75

     dan Kesenian

Seni Musik

75

75

75

75

75

75

 

Seni Tari

70

70

75

75

75

70

 

Kerajinan

70

75

75

75

75

75

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

74

8.  Pend. Jasmani

Permainan dan Or

75

75

75

75

75

75

 

Pengembangan Diri

75

75

75

77

76

77

 

Senam

75

75

75

77

77

77

 

Pilihan

75

75

75

76

76

76

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

76

B.  Muatan Lokal

 

 

 

 

 

 

 

a.  Bahasa Jawa

Teori

75

70

73

74

74

75

 

Praktik

70

70

74

76

75

70

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

75

b.  Tata Boga /

Teori

 

 

75

76

75

70

     Seni Ukir

Praktik

 

 

75

75

75

70

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

 

c.  Bahasa Inggris

Teori

75

75

74

76

75

76

 

Praktik

71

70

71

72

71

72

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

74

P­engembangan Diri

Nilai yang diperoleh minimal  B Baik

­
 
Tabel 1. REKAP KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL (SKBM)

Komponen

Aspek

SKBM / per Kelas

Penilaian

I

II

III

IV

V

VI

A. Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

1.  Pendidikan Agama

Teori

72

71

72

73

76

76

 

Praktik

70

71

72

75

78

78

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

77

2.  PKn

Peng. Konsep

70

70

70

75

75

70

 

Penerapan

70

70

70

67

70

70

 

Rata-rata

 

 

 

 

 

70

3.  Bahasa Indonesia

Mendengarkan

70

75

75

76

77

70

 

Berbicara

70

70

75

73

75

70

 

Membaca

70

71

70

77

70

75

 

Menulis

70

72

77

74

75

70

 

Rata-rata

 

 

 

 

 

74

4.  Matematika

Berhitung / Bil

70

70

70

72

73

70

 

Geometri & Peng

75

75

71

72

73

74

 

Pengelolaan Data

 

 

 

 

 

70

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

70

5.  Ilmu Pengetahuan

Peng. Konsep

70

70

75

75

75

78

     Alam

Ket. Peng. Alam

75

75

75

73

75

75

 

Sikap Ilmiah

75

75

75

74

75

75

 

Rata-rata

 

 

 

 

 

75

6.  Ilmu Pengetahuan

Peng. Konsep

75

77

75

74

74

75

     Sosial

Penerapan

75

76

75

73

73

70

 

Sikap Sosial

75

75

75

75

75

70

 

Rata-rata

 

 

 

 

 

70

7.  Kerajinan Tangan

Seni Rupa75

75

75

75

75

75

75

     dan Kesenian

Seni Musik

75

75

75

75

75

75

 

Seni Tari

70

70

75

75

75

70

 

Kerajinan

70

75

75

75

75

75

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

74

8.  Pend. Jasmani

Permainan dan Or

75

75

75

75

75

75

 

Pengembangan Diri

75

75

75

77

76

77

 

Senam

75

75

75

77

77

77

 

Pilihan

75

75

75

76

76

76

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

76

B.  Muatan Lokal

 

 

 

 

 

 

 

a.  Bahasa Jawa

Teori

75

70

73

74

74

75

 

Praktik

70

70

74

76

75

70

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

75

b.  Tata Boga /

Teori

 

 

75

76

75

70

     Seni Ukir

Praktik

 

 

75

75

75

70

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

 

c.  Bahasa Inggris

Teori

75

75

74

76

75

76

 

Praktik

71

70

71

72

71

72

 

Rata-Rata

 

 

 

 

 

74

P­engembangan Diri

Nilai yang diperoleh minimal  B Baik

­


6.    Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur sebagai berikut :
-      Siswa dinyatakan naik kelas setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti.
-    Siswa dinyatakan naik kelas bila nilai semua mata pelajaran lebih besar atau sama dengan SKBM masing-masing mata pelajaran.
-    Siswa dinyatakan naik kelas bila nilai dibawah SKBM maksimal                     (3) mata pelajaran
-    Naik bersyarat bila ada paling banyak (4) mata pelajaran memiliki nilai dibawah SKBM masing-masing mata pelajaran
-      Nilai Pengembangan diri minimal B (Baik)
-    Siswa dinyatakan tidak naik kelas bila terdapat nilai lebih dari (4) di bawah SKBM masing masing mata pelajaran.

7.    Kalender Pendidikan
Disusun berdasarkan kondisi sekolah serta mengacu ketentuan Dinas                P dan K Kabupaten Jepara dan Propinsi Jawa Tengah dengan Peraturan Pemeritah.
l.     Jeda mid semester maksimal 2 minggu
2.    Libur antar semester maksimal 2 minggu
3.    Libur akhir tahun pelajaran maksmal 3 minggu
4.    Libur umum dan cuti bersama mengikuti peraturan pemerintah
5.  Adapun pengaturan kaldik dan waktu efektif dalam tahun pelajaran 2007/2008 sebagai berikut.









BAB  III
PENUTUP

Kurikulum Tingkat Pendidikan (KTSP) disusun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum berdasarkan Standar Kompetensi lulusan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2006, Bahwa (SKI) dan standar isi (SI) juga berpedoman pada panduan yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).KTSP ini merupakan acuan bagi pengelola pendidikan dan panduan guru dalam mengajar.
Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan sekolah maupun tujuan Pendidikan Nasional, di sekolah harus ditunjang oleh perencanaan yang teratur dan terencana sehingga menunjang penyelenggaraan Proses Belajar Mengajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan.
Kurikulum       Pendidikan      Satuan Pendidikan (KTSP) ini masih bersifat terbuka, akomodatif, dan aspiratif sehingga kami pengelola meninjau kembali setiap tahunnya sesuai dengan kondisi dan kemampuan sekolah. Oleh karena itu sangat diharapkan adanya saran dan kritik maupun masukan yang bersifat konstruktif dari berbagai pihak agar pelaksanaan penyelenggaraan Proses Belajar Mengajar di sekolah berjalan dengan baik.

0 Response to "Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)"